Sejarah Singkat
SEJARAH SINGKAT MADRASAH RAUDLATUL ULUM
Sejarah singkat Madrasah Raudlatul Ulum ditulis oleh Senamah pada tanggal 15 April ketika beliau menjabat sebagai Pengurus Madrasah (Roisul Madrasah). Catatan singkat tersebut sebagai berikut:
Madrasah Raudlatul Ulum didirikan dan dibangun oleh yang mulia KH. Yahya Syabrowi tahun 1938. Kegiatan pelaksanaan proses pembelajarannya diadakan di teras Masjid Jami’ Desa Ganjaran Gondanglegi Malang Jawa Timur. Madrasah ini berlangsung sampai pendudukan Jepang di Indonesia pada Perang Dunia II tahun 1942 M. Pada masa itu Madrasah vacum (terhenti) disebabkan penyiksaan/penganiayaan penjajahan Jepang.
Tetapi yang mulia KH. Yahya Syabrowi tidak putus asa dalam mengusahakan Madrasah Islamiyah ini supaya berlangsung terus. Beliau membuka kembali pada periode II tahun 1945 setelah kemerdekaan Indonesia. Beliau menempatkan Madrasah di musholla kecil di depan rumahnya. Setelah santrinya (belajar) banyak dan tidak muat, maka Madrasah tersebut harus dipindah ke tempat yang lebih luas dan memenuhi syarat. Maka Madrasah tersebut dipindah ke rumah yang lebih besar dan luas yang dimiliki oleh salah seorang murid beliau, yang mampu menampung murid mengaji enam bagian lokal.
Ketika itu Madrasah diberi nama “Madrasah Miftahus Shibyan”, dan program pendidikannya adalah pendidikan Diniyah Islamiyah (hanya pelajaran kitab Kuning/kitab klasik), sama sekali tidak pelajaran umum. Dalam perkembangan berikutnya, yaitu pada tahun 1949, Madrasah Raudlatul Ulum mengalami kemajuan yang cukup pesat dan melakukan langkah-langkah ke depan mengingat situasi dan kondisi yang menuntut adanya perubahan, sehingga Madrasah mengadakan program ilmu pengetahuan modern dengan ketentuan perbandingan 20% pelajaran umum dan 75% pelajaran agama.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1956, membangun lembaga pendidikan Madrasah Khusus 6 tahun (lokal) di samping selatan Masjid Jami’ Ganjaran Gondanglegi Malang. Kemudian Madrasah mengalami kemajuan yang pesat sehingga butuh menghadirkan sejumlah guru untuk mengajar dari berbagai tempat. Ketika itu jumlah murid sudah mencapai 400 murid.
Pada tahun 1960 mendirikan lembaga yang lain yang terdiri dari 6 bagian (lokal) untuk Madrasah Tsanawiyah. Sementara itu juga mendirikan Lembaga Khusus Putri di belakang Masjid yang diberi nama MI Putri. Pada tahun 1969 mendirikan Madrasah Aliyah. Maka dengan demikian sempurnalah program pendidikan dari Raudlatul Atfal (TK) sampai pada tingkat Aliyah. Setelah itu lembaga terus berusaha menyempurnakan pembangunan dan mempertahankan pendidikan sampai menjadi Madrasah besar yang terdiri dari:
Madrasah Raudlatul Atfal (TK) yaitu Madrasah khusus anak-anak pra-sekolah dengan masa jenjang 2 tahun.
Madrasah Ibtidaiyah Putra (MI Pa) dengan 15 lokal dan Madrasah Ibtidaiyah Putri 13 lokal dengan jenjang waktu 6 tahun.
Madrasah Tsanawiyah Putra (MTs Pa) dan Madrasah Tsanawiyah Putri (MTs Pi) dengan jenjang waktu 3 tahun.
Madrasah Aliyah Putra (MA Pa) dengan jenjang waktu 3 tahun. Ketika itu Madrasah Aliyah Putri masih belum ada.
Pada tahun 1974 Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah dijadikan satu diberi nama PGA 6 tahun yaitu Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimat sehingga menjadi Madrasah yang paling besar di Kabupaten Malang. Murid-murid dari Madrasah ini telah berulangkali mengikuti ujian Negara dengan hasil memuaskan. Jumlah murid seluruhnya kurang lebih 1500 pelajar, sementara jumlah guru 60 orang, dan dianjurkan (dicoba) untuk berbicara bahasa Arab Fushah.
Nampak kemajuan Madrasah setelah mendapat bantuan kitab-kitab Agama dari Robithoh Al-Alam Al-Islami yang menunjang terhadap pendidikan Madrasah, serta bantuan majalah dan lain-lain. Hal ini berlangsung sampai tahun 1974. Alumni Madrasah tersebut sebagian melanjutkan ke Perguruan Tinggi, sebagian kembali ke desa masing-masing menjadi guru di tempat tinggalnya, dan sebagian dikirim ke berbagai daerah sebagai guru tugas.
Satu tahun Madrasah mengeluarkan dana untuk bisyarah dan biaya operasional Rp 4 juta rupiah, sementara pemasukan tidak lebih dari Rp 1,5 juta rupiah. Pemasukan tersebut berasal dari hasil bumi wakaf sejumlah 3 hektar dan dari syahriyah (SPP) murid.
Madrasah Raudlatul Ulum sampai sekarang dibawah kepemimpinan KH. Yahya Syabrowi. Mudah-mudahan segala amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan bermanfaat bagi kita di dunia dan akhirat.
Amin Ya Robbal Alamin.